PDSD-SEAMEO BIOTROP

PDSD-SEAMEO BIOTROP terdiri dari 2 divisi, yaitu  Divisi Pengembangan Produk dan Services Laboratory. Divisi pengembangan produk bertugas untuk mengembangan produk-produk biologi yang bermanfaat dan dibutuhkan  oleh masyarakat. Sedangkan Services Laboratory bertugas untuk menyediakan layanan jasa pengujian.

Analisa Air dan Udara

Laboratorium Analisa Air dan Udara menyediakan layanan untuk menganalisa kualitas air dan udara dan juga memberikan layanan konsultasi untuk penilaian dan pengukuran keadaan lingkungan di lapangan.

Analisa Tanah dan Tanaman

Laboratorium Analisa Tanah dan Tanaman memberikan layanan analisa unsur-unsur hara tanah dan tanaman.  Selain itu juga memberikan layanan analisa fisika tanah.

Analisa Pangan dan Pakan

Laboratorium Analisa Pangan dan Pakan memberikan layanan analisa produk-produk pangan seperti vitamin dan mineral.  Selain itu juga memberikan Program Pelatihan HACCP bekerjasama dengan instansi/lembaga terkait.

Kultur Jaringan

Laboratorium Kultur Jaringan menghasilkan plantlets dan bibit berbagai jenis tanaman.  Laboratorium ini juga memberikan konsultasi teknis kepada siapa saja yang tertarik dengan pengusahaan tanaman.

Produk Kuljar




Buah Tin

Seameo Biotrop memiliki laboratorium kultur jaringan yang saat ini sudah berhasil memperbanyak tanaman Tin dengan metode Kultur Jaringan

Buah tin atau yang memiliki nama ilmiah Ficus carica adalah sejenis buah-buahan yang dapat dimakan dan saat ini mulai dibudidayakan di berbagai tempat lain di penjuru dunia. 
Tetapi mungkin bagi sebagian orang nama buah tin mungkin masih terdengar asing, bahkan belum banyak orang yang pernah mencicipi kelezatan buah tin. Di Indonesia saat ini ada beberapa tempat yang sudah mulai membudidayakan buah tin.

Buah tin merupakan buah yang tidak mengenal musim, jadi pohon tin berbuah sepanjang tahun. Buah tin selain karena keunikan buah ini juga karena manfaatnya bagi kesehatan. Buah tin memiliki banyak varietas, salah satu varietas buah tin yang paling terkenal di negeri ini adalah buah Tin Yordan. Kenunikan buah ini adalah semakin warnanya hitam, semakin manis rasa buahnya.

[Selengkapnya...]
 
Fasilitas Budidaya Jamur SEAMEO BIOTROP PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator  |  Jumat, 25 Agus 2017, 08:55 WIB

1. Tempat Pembuatan Baglog/media tumbuh jamur



2. Fasilitas Sterilisasi Media Tumbuh Jamur di SEAMEO BIOTROP


Media baglog jamur tiram di pasteurisasi / disterilisasi dengan menggunakan drum dan kompor gas selama 6-7 jam.

3. Ruang Inokulasi
Kegiatan Inokulasi bibit jamur ke media F0, F1, F2 ataupun baglog di SEAMEO BIOTROP dilakukan diruang alat Laminar Air Flow unutk menjamin media baglog tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme lain sehingga pertumbuhan jamur selama masa inkubasi dan produksi jamur lebih optimal.


4. Ruang Inkubasi


Baglog yang sudah di inokulasi bibit jamur disimpan selama 1-2 bulan di ruang inkubasi. Ruang inkubasi terisolasi dari udara luar dan selalu dijaga kebersihannya.


5. Kumbung

Kumbung adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur, biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau paranet. Atapnya dari genteng atau sirap, sedangkan sebagian lantainya sebaiknya tidak diplester, agar air yang digunakan untuk jamur bisa meresap.


6. Pengolahan Jamur Pasca Panen


Jamur yang sudah dipanen kemudian diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan. Tempat untuk mengolah hasil panen jamur harus selalu dijaga kebersihannya

LAST_UPDATED2
 
Budidaya Jamur di SEAMEO BIOTROP

Indonesia dikenal sebagai negara penghasil jamur konsumsi yang sangat beragam. Keberagaman ini adalah aset yang sangat potensial untuk dikembangkan. Jamur konsumsi yang paling banyak dibudidayakan adalah jamur tiram, jamur kuping, jamur merang dan jamur shiitake. Jenis jamur tersebut banyak dibudidayakan untuk bahan makanan dan sayuran. Selain dikonsumsi dalam bentuk masakan beberapa jenis jamur dapat dikonsumsi dalam keadan mentah dan segar, baik dalam campuran salad maupun lalapan. Bahkan dapat diolah menjadi keripik, nuget, permen jeli hingga puding jamur.

Jamur memiliki kandungan gizi yang tinggi, misalnya jamur tiram mengandung berbagai macam asam amino essensial, protein, lemak, mineral dan vitamin. Hal ini menyebabkan permintaan masyarakat akan jamur tersebut semakin meningkat dan menimbulkan peluang usaha budidaya jamur yang menguntungkan. Bila ditinjau dari aspek biologinya, jamur tiram lebih mudah dibudidayakan. Selain itu masa produksi yang cepat, tidak memerlukan modal dan lahan yang terlalu luas, menyebabkan usaha budidaya jamur tiram banyak diminati masyarakat.

Budidaya jamur yang menguntungkan akan memerlukan ketersediaan bibit jamur yang unggul dan berkualitas baik. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bibit jamur berkualitas, Product Development and Services Department,

[Selengkapnya...]
 
Tanaman Hias Alokasia
Oleh Administrator  |  Selasa, 26 Okt 2010, 14:29 WIB

JENIS-JENIS ALOKASIA ( I )

1.
Jenis
:
Black velvet (Alocasia reginula) 
black-velvet

Stok bibit:
Tersedia saat ini



















































2.
Jenis
:
Melo Badak (Alocasia sp)
melo badak

Stok bibit
:
Tersedia saat ini


































































3.
Jenis
:
Dragon scale (Alocasia sp)
dragon-scale

Stok Bibit
:
Tersedia saat ini




































4.
Jenis
:
Silver velvet (Alocasia reginae)
silver-velvet

Stok Bibit
:
Tersedia saat in


































































5.
Jenis
:
Aurora (Alocasia sp)
aurora

Stok Bibit
:
 -



























6.
Jenis
:
Infernalis (Alocasia sp)
infernalis

Stok Bibit:



























































7.
Jenis
:
Keladi Tengkorak
keladi-tengkorak



(Alocasia cuprea)

Stok Bibit:
Tersedia Agustus 2008














































Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan bibit hubungi:

Laboratorium Kultur Jaringan
Services Laboratory
SEAMEO BIOTROP
Jl. Raya Tajur Km 6, PO Box 116,
Bogor, Jawa Barat
Tel.: 0251-8357175
Fax.: 0251-8357175

Contact Persons :
Samsul A. Yani (HP: 08129079245), email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Erina Sulistiani (HP: 08129601934), email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Jenis
Stok bibit
LAST_UPDATED2
 
Talas Jepang (Satoimo)
Oleh Administrator  |  Selasa, 26 Okt 2010, 14:28 WIB

satoimoAwal keberadaan Talas Jepang di Indonesia adalah pada masa pendudukan Jepang. Talas Jepang dikenal oleh masyarakat di Toraja dengan nama TALAS BITHEK, dan di Buleleng Bali dikenal dengan KELADI SALAK karena rangkaian umbinya seperti buah salak (LIPI, 2002). Konsorsium Satoimo Indonesia-Jepang bekerjasama dengan KADIN Indonesia, telah mulai melakukan Pengembangan Budidaya Satoimo di Indonesia sejak tahun 2003. Hingga akhirnya pada 16 Februari 2006 hingga saat ini satoimo dari Indonesia telah diekspor ke Jepang.

LAST_UPDATED2
[Selengkapnya...]
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

halaman 2 dari 3
Go up