Question: Bagaimana cara uji minyak dalam proksimat dan pustakanya, tx
Answer: Ada beberapa metode pengujian minyak atau lemak pada pangan. Secara umum, lemak diekstrak menggunakan pelarut lemak spt n-heksana, petroleum eter, dan pelarut organik non polar lainnya. Lemak yg sdh terpisah di timbang. Kadar lemak diperoleh dari (bobot lemak/bobot sampel) x 100. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat melihat SNI Analisis Pangan atau AOAC.
01 Juli 2008, 10:13:52
Sutami
Address:
Mon Geudong Kota Lhokseumawe, NAD
Question: Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri nama saya Sutami, seorang mahasiswa dan kebetulan sedang menyusun skripsi berhubungan dengan BMR. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan : 1. Senyawa-senyawa yang termasuk golongan pestisida yang diuji seperti organopospat, organokloron, karbamat etc, tentunya memiliki BMR, berapa BMR untuk masing2 senyawa dari gol pestisida yang diuji terutama BMR Butachlor 2. Berapa biaya pengujian analisa BMR? 3. Untuk analisa tanah, air dan pupuk kimia alat apa yang digunakan, apakah untuk tanah dan air irigasi sama dengan padi dan khusus pupuk kimia senyawa-senyawa apa saja yang diamati dan apakah ada BMRnya 4. Berapa biaya pengujian tanah, air, dan pupuk kimia tersebut.
Terima kasih sebelumnya semoga Bapak/Ibu dapat membantu saya. (Jika memungkinkan kirim ke emali saya Tq)
Hormat saya
Sutami
Answer: Kami tdk melakukan uji BMR (Batas Maksimum Residu). Jika Anda ingin mengetahui BMR masing2 jenis pestisida pada setiap komoditi pertanian, Anda dapat mengunjungi situs CODEX atau FAO. Untuk mengetahui prosedur, bahan kimia dan peralatan yg digunakan dalam pengujian pestisida (terutama pada bahan pangan) silakan lihat AOAC.
28 Juni 2008, 08:16:52
tuty alawiyah
Address:
jogjakarta
Question: bagaimana cara preparasi sampel abu yang akan dianalisis dengan menggunakan AAS.mohon bantuannya
Answer: Preparasi spl abu untuk analisa AAS dpt dilakukan dgn ekstraksi:
Larutan Aquaregia (Campuran HCl pekat : HNO3 pekat = 1 : 3. Spl ditimbang (2-5 gram) masukan dalam erlenmeyer 100 ml, ditambah 15 ml aquaregia, kemudian dipanaskan bertahap diatas hotplate sampai larutan jernih. Kemudian dilarutkan samapai 50 ml dgn aquades, disaring, filtrat siap diukur dgn AAS.
Lar. HNO3 (p) : HClO4 (p). Spl ditimbang (2-5 gram) masukan dalam erlenmeyer 100 ml, ditambah 15 ml HNO3 dan 1,5 ml HClO4 secara perlahan lewat dinding erlenmeyer, diamkan semalam. Kemudian dipanaskan diatas hotplate pada suhu 100 derajat selama 1 jam 30 menit, suhu ditingkatkan 150 derajat selama 2 jam 30 menit sampai uap kuning hilang. Suhu ditingkatkan menjadi 200 derajat selama 1 jam hingga larutan jernih (tersisa 3-4ml, jgn sampai kering). Larutan didinginkan, kemudian dilarutkan sampai 10 ml dgn aquades, disaring, filtrat siap diukur dgn AAS.
26 Juni 2008, 19:30:10
Nita
Address:
Jl. perwira
Question: Saya ingin menanyakan langkah2 uji aflatoksin dengan HLC. Hal2 apa yang perlu diperhatikan? Bagaimana cara menentukan kolom, pelarut yang sesuai? serta pengkondisian alat. Terima kasih banyak sebelumnya
Answer: Mungkin yang dimaksud oleh penanya adalah langkah uji aflatoksin dgn metode HPLC. Untuk memudahkan, gunakan saja metode yang sdh baku. Salah satunya spt tercantum dalam AOAC, sudah menjelaskan prosedur dan bahan kimia yang digunakan secara rinci dan jelas. Begitu juga jenis analytical column, mobile phase (pelarut) dan flow ratenya, kondisi alat (detektor, panjang gelombang), hingga cara perhitungan.
26 Juni 2008, 00:12:44
Lousi
Address:
Jl. Mutumanikam 32 Cawang Atas Jaktim
Question: Cara preparasi tanaman dgn destruksi basah untuk uji Pb dan Cu dengan AAS, sebelumnya di destruksi, tanamannya perlu di oven ngga?Berat basahnya kira2 6 gr. Standarnya apa ya?Thanks
Answer: Sampel sebelumnya dioven pada suhu 60 selama 2 x 24 jam. Setelah kering kemudian dihaluskan dgn blender atau gilingan sampai ukuran 0.5 mm. Ekstraksi dilakukan dengan Lar. HNO3 (p) : HClO4 (p) Spl ditimbang (0.5 gram) masukan dalam tabung digester, ditambah 5 ml HNO3 dan 0,5 ml HClO4 secara perlahan lewat dinding erlenmeyer, diamkan semalam. Kemudian dipanaskan pada blok digester pada suhu 100 derajat selama 1 jam 30 menit, suhu ditingkatkan 150 derajat selama 2 jam 30 menit sampai uap kuning hilang. Suhu ditingkatkan menjadi 200 derajat selama 1 jam hingga timbul uap putih atau hingga larutan jernih (tersisa 0.5 ml, jgn sampai kering). Larutan didinginkan, kemudian dilarutkan sampai 50 ml dgn aquades, disaring,filtrat siap diukur dgn AAS dgan pembanding lar standar Pb dan Cu.
23 Juni 2008, 08:08:58
M. Arif Rahman
Address:
Jln. Kaliurang km 6,8 Gg. Mentawai E22 Yk
Question: selamat pagi, saya mau tanya pemeriksaan untuk protein, lemak dan karbohidrat, yang praktis dan cepat. untuk praktikum pemula (SLTP). terimakasih
Answer: Anda dapat mencarinya pada buku-buku BIOKIMIA atau KIMIA ORGANIK. Biasanya mencantumkan sifat fisika dan kimia, serta cara mengidentifikasi secara cepat. Untuk Protein umumnya menggunakan pereaksi BIURET dan karbohidrat menggunakan larutan yodium. Metode pengujian yang baku (spt. AOAC dan SNI) umumnya lebih mudah diaplikasikan untuk laboratorium pengujian dan dilakukan oleh analis kimia, bukan siswa SMP.
21 Juni 2008, 13:23:58
aji
Address:
jl wates km 3,5 yogyakarta
Question: bagaimana menganalisa aflatoxin dalam black pepper
Answer: SNI untuk lada hitam memuat cara pengujian aflatoksin pada lada hitam. Silakan menghubungi perpustakaan BSN untuk memperoleh salinannya.
18 Juni 2008, 10:41:18
shiro
Address:
Jl. Pangalengan No 29
Question: metode ELISA itu dapat digunakan untuk pemeriksaan apa saja? keunggulan metode ELISA dengan metode lain dalam imunoserologi apa?
Answer: Sepanjang pengetahuan saya, metode ELISA dapat digunakan untuk pengujian aflatoksin, virus dan bakteri, residu pestisida. Keunggulannya, metode ELISA dapat diterapkan untuk pengujian sampel yang jumlahnya cukup banyak dengan waktu yang lebih cepat. Terima kasih.
05 Juni 2008, 09:38:54
lisa herdianti
Address:
Lab Bapedalda Babel
Question:
1. metode analisa sulfat di SNI 1999 dgn 2004 kok beda, setelah di uji tetap ga berhasil, kira 2 apa yg salah ya?
2. terutama dalam pembuatan larutan induk SO4 100 ppm untuk pembuatan standarnya.....
di standar metode larutan standar 100 ppm harus diencerkan menjadi 50 ppm, sedangkan di SNI larutan standar dibuat dari lart induk 100 ppm?
3. ada tidak pengaruh penambahan lart buffer A n B serta penambahan BaCl2?
terima kasih..
Answer: Saya sarankan Anda membaca "THE FITNESS FOR PURPOSE OF ANALYTICAL METHOD" dari EURACHEM. Pedoman EURACHEM tsb menginformasikan langkah-langkah dalam verifikasi metode pengujian. Jika terdapat perbedaan antara true value / reference value, lakukan identifikasi masalah dengan membuat DIAGRAM FISH BONE sebagaimana kita mengidentiikasi sumber ketidakpastian pengukuran. Semoga berkenan. Terima kasih.
22 Mei 2008, 18:15:05
Jumen Carli
Address:
Jl Puluhdai 387A
Catur Tunggal Depok Sleman
Yogyakarta
Question:
Selain dengan NaOH,pelarut apa saja yang bisa digunakan untuk ekstraksi protein?
Terima kasih
Answer: Jika yang dimaksud adalah pengujian protein menggunakan cara Mikro Kjeldahl, maka destilasi amonia harus berlangsung dalam suasana basa kuat. NaOH adalah basa kuat yang lazim digunakan.